Seorang Juru Parkir Tewas Setelah di Aniaya 3 Orang di Area Hiburan Malam di Sleman

Jakarta - Seorang juru parkir berinisial S (40) meninggal dunia usai dianiaya oleh sekelompok orang di area hiburan malam di Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, pada Selasa (28/9) dini hari.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono membenarkan peristiwa itu terjadi pada pukul 01.30 WIB. Korban dikeroyok tiga orang dengan tangan kosong.

"Dia (korban) bekerja sebagai tukang parkir ya. Iya dia sebagai korban penganiayaan. TKP di luar (di luar gedung), jadi pinggir jalan itu," kata Wachyu dihubungi wartawan, Rabu (29/9). Wachyu menjelaskan korban dan pelaku tidak saling mengenal.

Sejauh ini, kemungkinan penyebab penganiayaan hingga korban tewas adalah selisih paham terkait masalah pribadi. "Ya penyebabnya hanya (korban) selisih paham sama mereka. Masalah pribadi,"jelasnya.

Usai penganiayaan tersebut, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Akademik UGM. Namun, pada pukul 10.00 WIB, korban meninggal dunia.

Polisi lantas mengusut kejadian itu dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saksi hingga CCTV sekitar lokasi juga diperiksa. Pelaku pun teridentifikasi, tapi pada Selasa malam, ketiga pelaku menyerahkan diri.

"Kita lakukan olah TKP kemudian juga memeriksa saksi-saksi, memeriksa CCTV di sekitar lokasi ya akhirnya kita bisa mengidentifikasi pelakunya dan pelakunya akhirnya menyerahkan diri sebanyak 3 orang,"terangnya.

Dari pendalaman polisi, ketiganya juga mengaku tidak mengenal S. Saat kejadian, mereka juga tidak sedang mabuk. "Sementara (para pelaku) mau diproses (periksa mendalam) di kantor,"jelas Wachyu.

Sementara soal tempat hiburan malam di Jalan Magelang yang menjadi TKP, polisi akan meminta keterangan pihak pengelola. Termasuk apakah saat itu tempat hiburan tersebut buka atau tidak. Mengingat saat ini masih ada pembatasan karena aturan PPKM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amerika Serikat Menentang Keras Rencana Israel Membangun 1.300 Rumah Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Pemerintah Kota Palembang Menargetkan Vaksinasi Capai 70 Persen

Menteri BUMN Erick Tohir Mengatakan Tidak Mungkin Melawan Covid-19 Tanpa Metode Terapi ke Pasien