Polisi AS Menangkap Seorang Pria yang Mengaku Membawa Bom di US Capitol

JakartaSeorang pria yang mengaku membawa bom di sebuah truk pikap dekat US Capitol, Amerika Serikat (AS) akhirnya berhasil ditahan polisi. Pria itu menyerah usai bernegosiasi dengan polisi dan membuat wilayah di Washington ini lumpuh selama lebih dari 5 jam.

Kepala Polisi Capitol J. Thomas Manger, mengatakan pria itu diidentifikasi sebagai Floyd Ray Roseberry yang berusia 49 tahun.

"Dia menyerah dan tidak melawan dan orang-orang kami dapat menahannya tanpa insiden," kata Manger, dikutip dari Reuters.

Manger mengatakan Roseberry memarkir truknya di trotoar di luar Perpustakaan Kongres AS sekitar pukul 09:15 waktu setempat pada Kamis (19/9)t. Tak lama kemudian pria itu mengatakan kepada seorang petugas yang mendekatinya bahwa dia membawa bom sambil memegang detonator.

Usai pengakuan ini, polisi langsung menutup jalan dan mengevakuasi bangunan di sekitar Capitol dan bernegosiasi dengan Roseberry.

Polisi mengatakan mereka menemukan kemungkinan bahan pembuat bom di dalam truk, tetapi tidak ada bom. Mereka belum menemukan motif dari tindakan Rosebery.

Tetapi dua sumber penegak hukum anonim mengatakan tampaknya Roseberry bertindak sendiri.

Sementara itu, sebuah video yang disiarkan langsung di Facebook menunjukkan Roseberry, seorang pria kulit putih, botak, dan berjanggut saat berbicara di dalam truk hitam yang diparkir di trotoar.

"Revolusi sudah tiba. Aku siap mati untuk tujuan ini," kata Roseberry dalam video clip itu, sambil tampak memegang kaleng logam besar di pangkuannya.
Namun Facebook menghapus profil Roseberry dan menonaktifkan live streaming itu beberapa jam kemudian.

Agen government menggerebek rumahnya di Grover, North Carolina, selama polisi bernegosiasi dengan Roseberry. Tetangga menggambarkan Roseberry sebagai seorang Republikan yang diketahui kadang-kadang mengenakan topi 'MAGA' merah untuk menunjukkan dukungannya kepada eks Presiden AS Donald Trump.

Dia juga mengkritik Demokrat di media sosial. Mereka menambahkan, Roseberry biasa meledakkan bahan peledak di halamannya dan mengganggu pemburu rusa dengan menembakkan senjatanya berulang kali.

Tetangganya, Benjamin Christopher, mengatakan ledakan itu membuat dia dan istrinya kesal. Keduanya bertugas di Afghanistan.

"Saya dan istri saya, kami berdua dokter hewan Afghanistan, dan kami berdua terluka di Afghanistan akibat bom, jadi istri saya terganggu," katanya.

Di sisi lain mantan istrinya, Crystal, mengatakan Roseberry telah didiagnosis menderita skizofrenia dan pernah mengancamnya dengan senjata api di masa lalu. Crystal bilang dia menceraikan pria itu sekitar delapan tahun lalu.

"Dia gila. Dia menodongkan gun ke saya dan saudara perempuannya, dan menembak saya berkali-kali," kata Crystal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menteri BUMN Erick Tohir Mengatakan Tidak Mungkin Melawan Covid-19 Tanpa Metode Terapi ke Pasien

Amerika Serikat Menentang Keras Rencana Israel Membangun 1.300 Rumah Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Pemerintah Kota Palembang Menargetkan Vaksinasi Capai 70 Persen